Bab 2. Motivasi dan Kebutuhan

Posted by rahmats09 on September 10, 2012 in Uncategorized |

 

Summarized by Rahmat Santoso (Majoring in Resources Management and Living Aquatic, College of Fisheries and Marine Science – Bogor Agricultural University, Bogor Indonesia)

Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen : Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran (Consumer Behaviour : Theory and Application in Marketing)

www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

Motivasi adalah dorongan. Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen. Kebutuhan muncul karena adanya rasa ketidaknyamanan yang dirasakan oleh konsumen. Kebutuhan tersebut mendorong seseorang untuk melakukan tindakan memenuhi kebutuhan tersebut dan inilah yang disebut motivasi. Motivasi sesungguhnya berawal dari suatu stimulus atau rangsangan yang akan menyebabkan pengenalan kebutuhan. Rangsangan bisa berasal dari dalam diri sendiri. Pengenalan kebutuhan menyebabkan tekanan sehingga adanya dorongan untuk melakukan tindakan yang bertujuan. Tindakan yang dilakukan bisa berbagai macam : konsumen akan mencari informasi mengenai produk tersebut, merk atau toko, tokoh akan berbicara, dan konsumen mungkin memperoleh produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kebutuhan yang dirasakan konsumen bisa dimunculkan oleh faktor diri konsumen sendiri(lapar, haus) dan faktor luar konsumen(aroma makanan yang berasal dari restoran sehingga konsumen terangsang untuk makan). Iklan dan komunikasi pemasaran juga bisa membangkitkan kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen. Kebutuhan yang datang dari diri sendiri disebut kebutuhan fisiologis atau biologis atau sering disebut sebagai kebutuhan primer. Produk tersebut dimanfaatkan untuk mempertahankan hidupnya. Kebutuhan yang diciptakan sebagai reaksi konsumen terhadap lingkungan dan budayanya disebut kebutuhan sekunder. Kebutuhan tersebut biasanya bersifat psikologi dan mempertahankan hidupnya.

Perilaku mendorong konsumen untuk memenuhi kebutuhannya seiring dan dipandnag sebagai cara unuk memenuhi kebutuhan. Teori kebutuhan Maslow menyatakan bahwa manusia berusaha memenuhi kebutuhan tingkat rendahnya terlebih dahulu. Model hirarki Maslow kebutuhan yakni kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan ego, dan kebutuhan aktualisasi diri. Semakin sejahtera seseorang maka semakin kecil persentase pendapatannya untuk membeli makan.

Ada 3 kebutuhan dasar yang memotivasi seorang individu untuk berperilaku, yaitu kebutuhan untuk sukses, kebutuhan untuk afiliasi, dan kebutuhan kekuasaan.  Dua aplikasi penting dari teori motivasi adalah segmentasi dan positioning. Segmentasi dapat diperlihatkan oleh suatu produk melalui pesan yang dibuat pada iklan tersebut atau target konsumen produk tersebut. Positioning adalah citra produk atau jasa yang ingin dilihat oleh konsumen terhadap produk atau jasa. Kunci dari positioning adalah persepsi konsumen terhadap produk atau jasa. Motivasi konsumen dan kebutuhan dapat diukur dengan  kuesioner, dimana sejumlah pertanyaan diajukan kepada konsumen dan konsumen melaporkan motivasi dan kebutuhan sebagaimana ditanyakan kepadanya. Metode ini dikenal sebagai pelaporan diri atau self-report. .

Bab 1. Pendahuluan

Posted by rahmats09 on September 10, 2012 in Uncategorized |

 

Summarized by Rahmat Santoso (Majoring in Resources Management and Living Aquatic, College of Fisheries and Marine Science – Bogor Agricultural University, Bogor Indonesia)

Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen : Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran (Consumer Behaviour : Theory and Application in Marketing)

www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

Para pemasar mempunyai kewajiban untuk memahami konsumen, mengetahui apa yang dibutuhkannya, apa seleranya, dan bagaimana ia mengambil keputusan. Sehingga pemasar dapat memproduksi barang dan jasa sesuai yang dibutuhkan konsumen. Di pasar tentu akan ada persaingan antar merk setiap produk yang semakin tajam dalam merebut konsumen. Konsumen akan memilih produk yang bermutu lebih baik dengan harga yang lebih murah.

Konsumen terbagi atas dua yaitu konsumen individu dan konsumen organisasi. Konsumen individu membeli barang dan jasa untuk dikonsumsi sendiri sedangkan konsumen organisasi organisasi yang harus membeli barang-barang dan jasa untuk menjalankan kegiatan organisasinya. Organisasi disini termasuk bisnis, yayasan, lembaga sosial, kantor pemerintah, dan lembaga lainnya (sekolah, perguruan tinggi dan rumah sakit). Konsumen individu dan konsumen organisasi sama pentingnya.  Konsumen individulah yang landsung mempengaruhi kemajuan dan kemunduran perusahaan. Sebagian pabrik dan perusahaan serta sektor pertanian menghasilkan produk dan jasa untuk digunakan oleh konsumen akhir. Konsumen akhir memiliki keragaman menarik.

Perilaku konsumen didefenisikan sebagai proses pengambilan keputusan dan aktivitas fisik dalam mengevaluasi, memperoleh, menggunakan dan menghabiskan barang dan jasa. Pentingnya mempelajari perilaku konsumen adalah untuk pemasaran, pendidikan dan perlindungan konsumen, serta untuk kebijakan masyarakat dan udang-undang perlindungan konsumen. Berbagai teori perilaku konsumen yang berkembang tidak iuji secara empiris pada abad 20. pengujian empiris dengan survei dan eksperimen banyak dilakukan setelah disiplin pemasaran pada program studi bisnis dan disiplin studi konsumen pada program studi ekonomi rumah tangga. Pada dekade 1960-an disiplin perilaku konsumen muncul sebagai sebuah disiplin yang berbeda. Perkembangan tidak lepas dari pengaruh para pakar seperti George Katona, Robert Ferber dan John A Howard.

Proses keputusan konsumen dalam membeli atau mengkonsumsi produk dan jasa akan dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu a) kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh produsen dan kembaga lainnya, b) faktor perbedaan individu konsumen, c) faktor lingkungan konsumen.  Proses keputusan konsumen akan terdiri atas tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan kepuasan konsumen. Pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen akan memberikan pengetahuan kepada pemasar bagaimana menyusun strategi dan komunikasi pemasaran yang lebih baik.

1

Hello world!

Posted by rahmats09 on September 10, 2012 in Uncategorized |

Welcome to Student.ipb.ac.id. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Copyright © 2012-2015 Rahmat Santoso All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.3, from BuyNowShop.com.